Senin, 26 Mei 2014

Nilai dari Sebuah Kegagalan


Ada satu kejadian yang saya ingat waktu sekolah, ketika kita maju dan mengerjakan soal lalu salah. Semua orang berteriak dan tertawa. Hanya guru kita yang bijaksana akan memuji kita dengan bilang, “tidak apa yang penting kamu sudah mau coba.” Lalu membiarkan saya duduk dan menunjuk orang lain untuk mengerjakannya. Walau akan ada juga yang dengan galak memarahi kita atau menghukum kita karena salah. 

Dua-duanya sudah saya alami sendiri.

Lalu apa yang mau saya ceritakan disini?

Kerja keras/ikhtiar + keberuntungan + doa = keberhasilan

Intinya segala aspek sangat berpengaruh untuk mencapai sebuah keberhasilan. Paling tidak itu yang saya yakini.

Di kehidupan yang sebenarnya kita akan dihadapkan pada orang dengan kondisi seperti kedua guru kita saat sekolah.

Ada orang yang menghargai kerja keras kita.
Dan
Ada orang yang hanya menghargai kita kalau kita berhasil.

Karenanya, akan ada saja yang berusaha dengan segala cara untuk mencapai keberhasilan itu. Orang-orang yang melihat keberhasilan itu tidak akan ada yang banyak bertanya cara apa yang dipakai. 

Namun, ketika cara yang dipakai sudah diluar batas, adakalanya perasaan bersalah muncul. Bohong kalau tidak, karena kita manusia yang normal.

Ada juga yang akan berusaha dengan giat untuk mencapai tujuannya itu. Dengan tetap berusaha pada batas-batas yang seharusnya. Perlahan tapi pasti. Keberhasilan yang diraih nantinya sudah pasti akan sangat memuaskan rasanya.

Lalu kita akan mengambil jalan yang mana?

Ada kalanya saya sendiri gagal dalam usaha saya mencapai sesuatu. Karenanya, tidak ada satupun yang menghargai saya. Kegagalan tidak di tolerir. Bahkan ketika saya benar-benar terpuruk saat itu. Tentu saja  keluarga menjadi sebuah pengecualian, dan saya bersyukur. karena mereka sudah menjadi penyemangat berharga.

Lalu kemana usaha dan kerja keras saya selama itu, ketika keberhasilan yang saya targetkan jauh dari berhasil? lenyap tak berbekas. Saya pun yakin jadi bahan perbincangan kawan yang lain. Saat itu, saya teringat guru saya yang tersenyum meskipun saya salah menjawab soal. Mungkin kalian mengira ini berlebihan tapi ini benar-benar muncul dipikiranku saat itu.

Akhirnya saya sadar satu hal,  "hanya saya seoranglah yang harus menghargai kerja keras saya sendiri supaya jejaknya tidak hilang tanpa bekas." 

Saya menjadi guru itu sendiri dengan menyemangati diri sendiri, 

“saya telah mencoba dan berusaha dan akhirnya inilah hasilnya. Tapi kalau kemarin saya berhenti hasil seperti ini pasti tidak saya dapat.” 

Kecewa memang tapi saya berfikir mungkin kalau saya menyerah dulu. Saya akan merasa kecewa, menyesal dan selalu ada hal yang saya katakan seperti “seandainya dulu ini.... seandainya dulu itu...”.

"Keberhasilan, kebahagiaan, kebanggaan, bagiku menjadi sesuatu yang relatif. Seberapa besar kita menghargai hidup kita tergantung dari seberapa besar kita memberi arti untuk keberhasilan bahkan kegagalan sekalipun. Disitulah baru kita menemukan kebahagian serta kebanggaan akan semua yang telah kita jalani apapun hasilnya."

Mungkin kalian akan menilai saya egois.

Tapi, setidaknya itulah yang ingin saya percayai.

Ini senua adalah opini saya sendiri, seandainya anda tidak sejalan, itu semua karena kita manusia semua berbeda.




BlackWings



Senin, 21 April 2014

Entah Apa yang Aku Mau

Jati diri itu apa?
Apa kalau aku berubah,
Jati diri pun berubah?
Lalu siapa aku sekarang?
Akan jadi siapa aku nanti?

Perubahan terasa asing
Walau kadang itu perlu
Lalu aku berpaling

BENCI !!
Sangat BENCI !!
Pada orang yang tersenyum dan berkata aku baik hati
Bukan karena aku benci mejadi baik
Tapi ada keburukan yang aku pendam yang mereka tidak tahu

Memang bukan salah mereka
Karena aku yang mereka lihat itu berbeda

Lalu salah siapa?
Yah, aku

Ini,
Seperti rangkaian puzzle yang hilang sekeping

Selasa, 22 Mei 2012

Delphi 7 Menu Login dengan Database Desktop

Sudah lama rasanya saya tidak membuat postingan mengenai ini lagi, maka disini saya coba kembali lagi.

Kali ini saya akan menulis tentang bagaimana menbuat menu login dengan Borland Delphi 7. Semoga masih ada yang bisa memanfaatkannya.

sebelum memulai mari kita buat dulu databasenya. Disini saya menggunakan Database Desktop - Paradox 7. Pertama-tama, buka program Delphi 7, lalu pilih menu Tool -> Database Desktop.

Setelah tampilan Database Desktop berhasil dibuka pilih File -> New -> Table. disana akan muncul Table type pilihlah Paradox 7 lalu OK.

Lihat gambar agar lebih jelas.








Buat Database seperti gambar dibawah ini, untuk Type ketikkan saja A untuk type data berupa teks, lalu untuk memberi tanda * (bintang) untuk lambang primary key, gunakan spasi -> Save As, untuk menyimpan data.





Setelah data disimpan kita perlu membuat alias. Agar kita tidak perlu menulis alamat/tempat penyimpanan database terlalu panjang saat membuat listing programnya.

Caranya, ,asih di Database Desktop. Pilih Tools -> Alias Manager -> Pilih New -> Isikan database name dan pilih Browse untuk mengganti Path atau tempat kita menyimpan Database kita. Setelah itu OK

Lihat gambar agar lebih jelas.




Kalau ada tulisan seperti ini pilih saja yes, tanda Alias berhasil dibuat. kalau tidak bisa cek lagi, mungkin nama alias kita sudah ada atau sudah dipakai sebelumnya sehingga tidak bisa lagi digunakan.



Setelah dibuat isikan datanya seperti gambar di bawah.





Setelah itu desain tampilan form login dengan menambahkan Table dari tab BDE

Untuk Table , ganti

Name : tblogin
DatabaseName : login (nama alias)
TableName : tlogin (nama tabel sewaktu membuat database)

Active : true


pada tombol OK isikan listing seperti berikut

procedure TFlogin.Button1Click(Sender: TObject);
begin

  tblogin.First;

  while not tblogin.Eof do
    if(Edit1.Text=tblogin['User']) and (Edit2.Text=tblogin['Password']) then
    begin
      nmutama.show;
      exit;
    end

    else
    begin
      tblogin.Next;
      if(Edit1.Text=tblogin['User']) and (Edit2.Text=tblogin['Password']) then
      begin
        nmutama.show;
        exit;
      end

      else
      begin
         ShowMessage('data tidak ditemukan!');
         Edit1.Text:='';
         Edit2.Text:='';
         Edit1.SetFocus;
         exit;
      end;

    end;

  end;
 
end.



Lalu jalankan program. jangan lupa membuat form untuk halaman utama(FhalUtama) atau tampilan halaman setelah login berhasil.



 Sekian dulu postingan dari saya semoga bermanfaat.

Minggu, 13 Mei 2012

Ujian Nasional Didepan Mata!! So, kenapa harus panik?

Wah kalau judul artikel ini menuai protes dari pembaca sekalian, saya mohon maaf. Tidak bermaksud menebar kecemasan atau hujatan untuk saya sendiri. hanya sekedar menyampaikan opini.

Tapi coba kita pikirkan yang satu ini. Rasa panik, cemas, gelisah sampai marah-marah terus karena stress, itu malah menambah buruk suasana. Bagaimana kalau hari-hari atau jam-jam menjelang UN ini kita bawa sedikit santai. Wah pasti kalian menggap saya ini seseorang yang dulunya punya nilai kumlaut dalam UN. Padahal saya mendapat nilai yang cukup untuk membawa saya lulus waktu itu.

Hanya saja kalau kita merasakan sindrom UN, alhasil nantinya setelah kita melihat soal-soal ujian semua jawaban yang ada di kepala bisa tidak keluar semua. BAHAYA! Kan?

Bukan berarti juga kita harus menghilangkan perasaan cemas kita sama sekali. Karena perasaan cemas bisa membuat kita lebih teliti sebelum menjawab.

Kalau boleh tau apa sih yang membuat semua orang begitu takut dengan UN? Aku sendiri belum pernah mensurvei juga. Tapi kalau masih bisa digali sedikit ingatan waktu sekolah, UN itu, kita harus mencari jawaban yang sulit, lalu setelah jawaban itu di dapat kita juga harus membulatkan kertas jawaban dengan sangat hati-hati. Dan, hasilnya tidak bisa diulang lagi. Alias hasil mutlak untuk menentukan kemana kita selanjutnya melangkah (agak sedikit lebay ya, karena jaman saya belum ada ujian paket). 

Dan itu yang membuat saya dulu juga terkena sindrom UN (tapi gak sampai nangis-nangis paling kurus karena gak doyan makan). Tapi itu bener nyeselll banget. Karena pikiran jadi sama sekali gak tenang.

Jadi pembaca sekalian, UN bukanlah akhir segalanya. Memang tidak memungkiri menentukan langkah selanjutnya. Tapi guruku sewaktu sekolah pernah bilang. Factor utama lulus UN bukan hanya sekedar pintar. Tapi juga sabar ketika membulatkan jawaban. Dan adanya factor Luck.

Saranku sih ya, istirahat yang cukup karena aku yakin kalo soal belajar pembaca sekalian pasti sudah sampai overload. Jangan lupa berdoa untuk yang TERBAIK bukan hanya sekedar lulus. Karena kita tidak tahu rencana Allah buat kita kan?!


BlackWing
meski aku punya sayapku tak seputih sayap malaikat, aku akan terus terbang mencari mimpiku.

Kamis, 22 Maret 2012

ERROR pada Instal Delphi 7 pada Windows Seven

Postingan kali ini, saya ingin membahas mengenai Delphi 7. Beberapa waktu lalu saya mencoba menginstal software pembuat aplikasi berbasis OOP ini di komputer saya Sebagai materi kuliah yang baru. . Semua langkah sudah saya ikuti dengan benar.

Tapi ketika program dijalankan ada sedikit masalah yaitu muncul pemberitahuan seperti ini.


Setelah berkonsultasi dengan teman juga mencari referensi dari mbah google saya bisa menggunakan aplikasi Delphi 7 di komputer windows 7.

 
Caranya,
Klik start -> All Program -> Delphi 7 ->klik kanan Delphi 7 ->klik properties


Setelah itu pilih Compatibility ->bericeklis pada Runtime program in compability mode for: ->pilih Windows XP (Service Pack3)
Juga beri ceklis pada -> Run this program as an administrator


Setelah itu jalankan lagi program Delphi 7 maka tampilan error tidak lagi terlihat dan program Delphi sudah bisa digunakan.





Selamat mencoba . ^_^


Sumber : Berbagai Sumber

Kamis, 08 Maret 2012

Sahabat?!


Sampai aku menulis ini, aku masih tidak tahu apa itu sahabat. Ah paling kalian bilang itu klise kan? Sekedar alasan untukku menulis cerita ini. Sungguh kawan ini lah aku. Inilah ceritaku.

Teman, bagiku hanyalah pelengkap. Karena aku sendiri sadar aku tidak bisa hidup sendiri. Lalu aku mulai berteman. Berkenalan satu per satu sekedar mencari seseorang yang bisa aku sapa setiap pagi. Orang yang bisa aku ikuti ketika keluar kelas setelah penat belajar. Walau aku sendiri sering tertawa bersama bukan berarti mereka segalanya.

Hari-hari berjalan biasa. Hingga aku beranjak sekolah. Lalu sekarang, masa itu sudah lewat. Aku tidak terlalu peduli. Karena aku juga tidak pernah menganggap mereka peduli padaku. Egois? Mungkin itu kata yang tepat untukku. Karena aku tidak tahu seperti apa berteman itu.. Hingga aku sering melupakan teman-teman itu.
Kawan, adakah kalian tahu apa itu sahabat? Yah aku tidak akan memaksa kalau kalian tidak tahu. Aku pun begitu. Semua cerita-cerita dalam buku begitu mengagungkan kata sahabat. Baik, setia, dan semua kata yang sama indahnya.

Bertahun-tahun aku tidak terlalu peduli. Selama ada satu orang yang masih bisa berbagi sapa denganku. Tapi kawan aku juga bukan orang munafik. Karena, satu-satunya yang aku rindukan dari masa sekolah adalah teman. Seseorang yang bisa setiap pagi bertatap muka, berbagi cerita, berkeluh kesah, bahkan sekongkol untuk sesekali kabur dari kelas.

Ini, aneh karena sekarang aku benar-benar merasa kesepian. Diantara jarak yang jauh, aku masih mencoba menyapa mereka. Berharap mereka masih mengingatku. Tapi selalu aku dapati diriku sendiri terpuruk, merasa jauh, sebelum mereka menolakku.

Kawan, kalau aku berkata ini, pada kalian semua. Bahwa aku tidak benar-benar merasa bersahabat dengan siapapun, adakah yang akan marah, kesal, lalu menarik tanganku dengan tersenyum. Dan berkata, aku ada disini?

Sekali saja aku yang egois ini ingin tahu seperti apa rasanya sahabat itu.